Usaha open trip merupakan salah satu jenis usaha yang lagi banyak dilakoni oleh beberapa orang. Siapa sangka, berbisnis di bidang pariwisata seperti ini juga cukup menghasilkan, apalagi modal jasa yang tidak butuh banyak modal.

Minat besar masyarakat Indonesia akan wisata memberikan peluang tersendiri bagi para pelaku usaha tersebut. Dahulu kalau melihat jasa open trip pasti merupakan perusahaan besar yang memiliki segalanya.

Mulai dari transportasi, karyawan banyak, sopir kendaraan, dan sebagainya. Namun siapa sangka jika kamu bisa memulainya hanya dengan bermodalkan kemauan untuk ribet saja.

Kenapa begitu? Simpel saja, jasa open trip ini hanya mengatur, mengarahkan, dan mengajak orang berwisata secara terstruktur. Seperti tour guide yang menemani dan mengantarkan klien berwisata mengunjungi berbagai tempat pilihannya.

Usaha open trip
src: Pexels

Potensi usaha open trip di masa kini

Peluang yang cukup besar di bidang jasa wisata bisa kamu manfaatkan untuk membuka usaha open trip sendiri. Tidak butuh modal banyak, cukup cari link untuk menjalankannya.

Misalnya link transportasi, penginapan, restaurant, lokasi wisata, fotografer, dan hal lainnya. Modal komunikasi dan negosiasi yang bagus, bisa jadi jalan menghasilkan cuan.

Kalau punya tim pasti akan lebih mudah lagi. Karena kamu bisa berbagi tugas agar semua jadi semakin ringan.

Apalagi saat ini banyak sekali tempat wisata yang menarik di berbagai wilayah Indonesia. Mulai dari kota kecil yang dulunya tidak terlihat sama sekali potensi wisatanya, kini malah jadi tujuan.

Di Jogja saja misalnya, lokasi wisata tidak hanya pantai Parangtritis, Malioboro, Candi Prambanan. Ada banyak lokasi wisata baru yang indah, instagramable, dan bisa membantu merefresh pikiran dari kesibukan.

Seperti Heha Sky View, Heha Ocean View, Hutan Buah Mangunan, Puncak Becici, Pantai Drini, dan banyak lagi lainnya. Nah, kamu bisa memulai dari hal kecil seperti mengenalkan tempat wisata yang ada di daerahmu.

Banyak loh, open trip yang menawarkan harga terjangkau dengan berbagai destinasi. Itu karena mereka bisa memperkirakan dan melobi pihak-pihak terkait dengan maksimal.

Bagi para pelancong di luar daerah yang tidak memiliki pengetahuan wisata tersebut akan lebih memilih jasa open trip. Pasalnya semua akan terstruktur dan liburan jadi lebih santai tanpa memikirkan keribetan yang ada. Potensial sekali bukan?

Proposal usaha open trip
src: Pexels

Hal yang perlu orang siapkan saat memulai usaha open trip

Tertarik untuk mencoba melakoni bisnis open trip? Simak dahulu beberapa hal berikut ini yang bisa kamu persiapkan agar semakin maksimal menjalankan bisnis.

1. Pengetahuan tentang daerah wisata dan pemandangan menarik

Memiliki pengetahuan luas terkait bidang bisnis yang akan orang geluti adalah salah satu kuncinya. Karena tidak memiliki pengetahuan akan membuat kamu kesulitan dalam melakoni bisnis open trip tersebut.

Pastikan tahu, lokasi yang akan disasar menjadi lokasi tujuan wisata. Bagaimana pemandangannya, akses jalan, biaya masuk, estimasi waktu tempuh, persyaratan masuk lokasi, tempat wisata lain yang ada di sekitarnya.

Bisa mendapatkan informasi tersebut dari internet, teman dekat, atau memang sudah pernah dan tahu lokasi tersebut. Informasi detail itu akan membantu dalam menentukan rincian usaha open trip yang kamu tawarkan kepada target pasar.

2. Bentuk tim yang kompak

Melakoni bisnis open trip sendirian, tentu tidak mudah apalagi jika masih awal mulai merintis. Perlu sekali membentuk tim bersama dengan orang-orang yang setujuan, sevisi, dan misi.

Sehingga nanti bisa membantu proses kerja jadi semakin nyaman, efektif, dan maksimal. Terkait dengan jumlah tim, bisa menyesuaikan karena memang opsional sekali.

Pasalnya yang pihak jasa open trip urusi bukan hanya saat menjadi tour leader saja. Mereka juga harus mengurus berbagai kegiatan dalam satu rundown untuk panduan perjalanan. Begitu juga dengan faktor-faktor lainnya seperti penginapan, makan, tiket, dan lain-lain.

3. Perluas jaringan kamu saat memulai bisnis

Memiliki jaringan yang luas akan membantu kamu untuk memperoleh berbagai informasi usaha. Seperti ketika ada promo harga murah untuk tiket wisata, travel, hotel, restoran, dan sebagainya.

Link atau networking juga akan membantu kamu dalam mendapatkan akses dengan lebih cepat dan mudah, bahkan murah. Bisa dengan mulai masuk ke berbagai komunitas-komunitas traveler, atau berkolaborasi agen open trip lain.

Lakukan juga afiliasi dengan hotel setempat. Jadi keuntungan yang bisa kamu dapatkan akan semakin banyak. Pihak hotel juga akan memberikan kemudahan saat menjalin kemitraan.

4. Lakukan promosi dengan profesional untuk menyasar target market yang sesuai

Semua sudah beres, silakan menyasar target market dengan melakukan promosi yang menarik dan terkesan profesional. Sehingga para calon pelanggan akan tertarik dan memilih menggunakan jasa trip tersebut.

Misalnya memilih destinasi yang menarik yang menyimpan banyak pemandangan indah. Atau bisa juga memilih destinasi yang bisa bikin orang melakukan aktivitas yang mereka sukai. Seperti outbound, camping ground, dan sebagainya.

Harga yang pantas dan sesuai, serta berbagai fasilitas pastikan menarik. Kamu juga bisa meminta bantuan akun tertentu untuk mempromosikan jasa open trip. Seperti akun milik influencer atau kerja sama dengan kami di sini.

5. Mulai dari teman dekat

Saat di awal membuka jasa open trip sebaiknya tidak langsung mencari pelanggan. Bisa memulai dari teman-teman terdekat dahulu untuk menjajal layanan yang kamu berikan.

Susun itinerary perjalanan yang menarik dan ajak mereka untuk bergabung dengan konsep yang sudah jadi tersebut. Selanjutnya mintalah kepada mereka untuk memberikan feedback yang jujur tentang layanan yang kamu berikan.

Apa saja yang kurang dan sekiranya masukan mereka silakan menampungnya dan pastikan bisa memperbaiki sebelum benar-benar siap launching. Sehingga ketika sudah benar-benar berhadapan langsung dengan klien akan lebih baik pelayanannya.

Bisnis agen perjalanan
src: Pexels

Tantangan memulai usaha open trip atau agen perjalanan

Meskipun berpotensi menghasilkan dan sepertinya enak, tapi bisnis agen perjalanan juga memiliki beberapa tantangannya tersendiri. Jadi bisa diperhatikan sebelum memulai bisnis agar nantinya bisa mencari solusi yang tepat.

1. Ada banyak sekali pesaing

Seperti yang kamu tahu, saat ini ada banyak sekali layanan jasa open trip yang menawarkan berbagai paket menarik untuk liburan. Bahkan ada juga yang memberikan tawaran dengan harga terjangkau.

Tentunya hal ini jadi poin untuk pemula, bagaimana menawarkan jasa yang lebih baik dan bisa publik terima. Sehingga tidak kalah meski sedang banyak sekali pesaingnya.

Meskipun semua bisa menawarkan layanan murah dan destinasi yang sama, namun pelayanan bagus yang diberikan pasti tidak sama. Jadi, dalam hal ini pemula bisa lebih mengandalkan kepada pelayanan yang nyaman dan memuaskan pelanggannya.

2. Kecepatan dalam menggunakan teknologi

Mengingat perkembangan digital saat ini semakin cepat berevolusi, menyebabkan masyarakat semakin gercep juga memperoleh informasi. Nah, tentu bukan hanya sebatas layanan secara offline yang bisa pihak jasa berikan.

Tantangannya di masa kini, jasa open trip juga harus memiliki layanan berbasis digital yang menunjang para kliennya. Misalnya membutuhkan platform untuk melakukan komputasi yang bisa memungkinkan kemudahan dalam memberikan service.

Mulai dari promosi, layanan pembukuan, pembayaran pelanggan, dan banyak lagi lainnya.

3. Pastikan membangun hubungan baik dengan para pelanggan

Siapa sih yang mau berwisata dengan agen travel galak dan malah bikin penat isi kepala? Berwisata ingin merefresh pikiran malah ketambah beban. Nah, itulah kenapa menjalin hubungan baik dengan pelanggan sangat bermanfaat sekali.

Kepuasan mereka akan membuat pelanggan tidak kapok dalam menggunakan layanan open trip tersebut. Selain itu pihak yang profesional dan ramah akan membuat pelanggan lebih nyaman.

Melayani pelanggan memberikan tantangan tersendiri bagi pelaku bisnis. Kenapa karena tidak semua memiliki seni semacam itu. Belum lagi menangani keluh kesah dan permasalahan pelanggan yang bermacam-macam dan tidak hanya satu atau dua.

Kamu tahu bukan kalau sikap masing-masing orang tidak sama? Nah, jadi bagaimana tetap memberikan layanan terbaik kepada pelanggan maka bisa membantu mereka betah dengan jasa tersebut.

4. Proses pengelolaan pesanan yang tepat

Memberikan layanan yang mudah dan nyaman serta memuaskan pelanggan akan membuat nilai tambah tersendiri. Oleh karenanya jasa open trip yang mau berkembang harus mau juga untuk berinovasi.

Berbagai tools bisa kamu gunakan untuk membantu memberikan layanan kepada pelanggan dengan lebih baik. Misalnya seperti alat untuk proses pembukuan, booking perjalanan wisata, hingga transaksi pembayaran secara lebih praktis.

Layanan yang lambat responnya bisa membuat pelanggan menunggu dan malah tidak jadi karena terkesan kurang profesional. Alat-alat teknologi yang semakin canggih akan membantu memudahkan layanan tersebut.

Peluang usaha open trip
src: Pexels

Cara promosi bisnis open trip secara online dan offline

Ada beberapa cara yang bisa orang lakukan untuk promosi bisnis open trip agar makin sukses dan dilirik pelanggan. Kombinasikan secara online dan offline agar semakin maksimal.

1. Gunakan media sosial seperti Instagram dan Facebook

Dua platform media sosial yang sering orang pakai untuk menjelajah dunia maya. Facebook dan Instagram ini sangat penting untuk menjalani promosi bisnis kamu. Selain mudah dan gratis, banyak sekali fitur membantu yang bisa orang manfaatkan untuk bisnis.

Ingat, jangan hanya menggunakan media sosial saja, namun bagaimana bisa mengelola secara efektif juga penting.

Kamu bisa juga mengajak kami di Usahain untuk promosi bisnis, informasi lengkapnya ada di sini.

2. Pakai situs website

Website bisa jadi rumah untuk bisnis seseorang, karena memberikan rasa kepercayaan yang lebih untuk konsumen. Gunakan dan kelola website untuk membuat klien percaya dan mudah dalam menemukan layanan jasa tersebut.

3. Iklan Google

Selanjutnya bisa menggunakan layanan iklan Google untuk membuat website bisnis terlihat oleh konsumen. Cara ini bisa menaikkan trafik website karena banyak dikunjungi.

Apalagi orang lebih dominan dalam mengklik halaman utama ketimbang halaman selanjutnya.

4. Melakukan kerjasama dengan bisnis lain

Cara lain yang bisa digunakan untuk promosi secara offline adalah dengan melakukan kerjasama. Pastikan kerjasama kamu lakukan dengan baik dan akan semakin maksimal jika partner berpengaruh.

Misalnya pihak hotel, restaurant, jasa fotografer, dan lainnya. Dengan begitu jangkauan promosi akan semakin banyak. Target pasar partner bisnis dan milik kamu akan saling berkaitan.

5. Mengikuti pameran perjalanan

Mengenalkan bisnis secara offline juga bisa menggunakan pameran perjalan seperti event travel fair. Akan sangat efektif jika menggunakannya, namun sayangnya masa pandemi saat ini event semacam itu masih belum ada lagi.

Nah, demikianlah beberapa informasi penting tentang memulai usaha open trip sendiri dengan mudah. Tidak ada bisnis yang mudah dan enak, semua punya tantangannya sendiri-sendiri.

Memulai usaha open trip sangat cocok untuk kamu yang menyukai tantangan dan perjalanan. Jangan lelah untuk terus ribet, karena itu risikonya. Semoga informasi ini membantu.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.