Apakah kalian ingin agar karyawan mau bekerja maksimal? Banyak masalah di dalam manajemen personalia, apalagi untuk startup hingga usaha kecil menengah. Untuk itulah perlu memperhatikan beberapa hal supaya mendapat hasil dan target secara maksimal, bahkan lebih dari ekspektasi kalian selama ini.

Dalam sebuah usaha, memperhatikan keadaan pekerja sangat penting adanya. Hal ini selain sebagai salah satu metode pengawasan, juga merupakan sikap yang bijaksana. Pasalnya, pekerja yang kita perhatikan keadaannya akan merasa lebih dekat dalam sisi emosional.

Bahkan saking pentingnya kualitas dari pekerja atau karyawan kalian, mereka sebenarnya menjelma sebagai ujung tombak dari usaha. Mengapa bisa demikian? Sebagai contoh, kamu merupakan seorang pengusaha dalam sektor usaha rumahan, namun tidak memegang proses sama sekali dari usaha tersebut (auto pilot).

Di sinilah peran karyawan yang mana secara langsung bersinggungan dengan pelayanan terhadap pelanggan. Mulai dari proses berkomunikasi dengan pelanggan, membuat kesepakatan, produksi, hingga pengiriman.

Walaupun kamu tetap ambil bagian dalam produksi tersebut, tetap saja harus memastikan berbagai hal agar karyawan mau bekerja maksimal. Serta memastikan pekerjamu memiliki loyalitas dan integritas yang baik.

Loyalitas dalam usaha adalah sebuah sikap yang amat penting dari setiap karyawan. Mereka akan menjalankan produksi secara benar, jujur, dan tentunya setia terhadap tujuan perusahaan. Sedangkan integritas akan meningkatkan prospek pencapaian dari usaha kalian. Karyawan akan tetap bekerja dengan senang hati serta sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) walaupun tidak ada kalian di sana.

Agar karyawan mau bekerja maksimal

Bagaimana agar karyawan mau bekerja maksimal dalam usaha?

Masing-masing orang mempunyai tujuan dan orientasinya sendiri, oleh karenanya mereka membutuhkan timbal balik yang sesuai serta tepat menurut standarnya. Bagi kalian yang memiliki usaha atau bisnis dan mengalami beberapa masalah umum khususnya dalam manajemen personalia, berikut ini solusi yang dapat kalian ambil.

1. Mengetahui kemampuan karyawan walaupun tidak tertulis di CV

Setiap orang mempunyai kemampuan dan kecenderungan pada hal-hal yang mereka sukai, dengan berada di posisi atau tempat kerja sempurna, akan meningkatkan hasil secara maksimal. Namun bisa saja ada kemungkinan bahwa karyawan melamar di usaha kalian karena kebutuhan yang mendesak, sehingga sebenarnya mereka tidak benar-benar menginginkan pekerjaan itu.

Beri motivasi yang mana bertujuan bahwa apapun yang mereka miliki, akan membawa dampak baik dan manfaat untuk tujuan bersama. Kalian harus jeli dalam melihat karyawan, pekerjaan yang tepat adalah untuk orang yang tepat, yaitu orang yang mempunyai kemampuan walaupun tidak ia tulis di CV.

Skill atau kemampuan dan kepribadian orang tersebut menjadi parameter pengukuran yang pertama. Lihatlah kembali karyawan kalian, apakah mereka sudah berada di posisi atau tempat yang sempurna berdasarkan skill dan kepribadiannya atau belum. Kalian perlu meluangkan beberapa waktu untuk menganalisa guna mendapatkan hasil terbaik.

2. Berikan apresiasi yang pantas!

Pernahkah kalian berpikir belum memberi apresiasi yang pantas dan sesuai dengan kerja karyawan? Jika iya, sebaiknya mulai memikirkan kembali, usahakan memberi apresiasi baik dalam bentuk upah maupun bonus. Sebab pada dasarnya, setiap orang akan mengharapkan hasil terbaik dari apa yang mereka kerjakan.

Rahasianya adalah karyawan tersebut sesekali akan membandingkan hasil yang mereka dapat jika bekerja di tempat kalian dengan tempat lainnya. Apalagi kalau terdapat waktu lembur, jam lebih tersebut seharusnya juga mendapatkan apresiasi yang lebih.

Pada saat karyawan membandingkan enak tidaknya bekerja di tempat kalian dengan tempat lainnya, kemudian mendapati fakta bahwa di tempat lain memberi apresiasi yang lebih layak. Maka mereka akan mulai tidak bersemangat dalam bekerja, memikirkan untuk resign, atau bahkan bersikap yang ujung-ujungnya hanya membuat kalian pusing.

3. Menjelaskan aturan dan larangan di awal dengan lengkap

Cara mengatasi karyawan yang malas saat bekerja

Para pelaku usaha membutuhkan waktu untuk membuat aturan dan larangan ini. Apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh, kemudian jika melanggar akan mendapat sanksi. Deskripsi dan penjelasan sanksi juga harus lengkap, menyangkut berbagai macam kejadian berdasarkan usaha kalian.

Untuk perusahaan besar, tentu saja sudah ada aturan hitam di atas putih yang ditandatangani oleh karyawan di atas materai. Sedangkan untuk usaha kecil menengah, umumnya aturan maupun larangan berlaku secara kultural bahkan tidak tertulis.

Setidaknya, kalian memiliki dokumen yang mana berisi aturan dan larangan untuk karyawan, database karyawan, pembukuan keuangan usaha, hingga catatan khusus yang berkaitan dengan masalah dan solusi. Dengan begitu, jalannya usaha bisa maksimal untuk berkembang.

4. Memberi kebebasan untuk karyawan agar mengembangkan skillnya

Karyawan merupakan manusia juga, mereka punya potensi dan skill yang sebaiknya dikembangkan untuk memperbaiki kualitas kehidupan. Kekhawatiran para pelaku usaha atau bisnis, jika karyawan berkembang maka akan membuka usaha sendiri yang mana justru menambah persaingan dalam usaha sektor sama.

Namun apakah kamu tahu, bahwa perusahaan raksasa Google menurut Majalah Fortune merupakan perusahaan yang paling karyawan minati lantaran memberikan ruang untuk berkembang? Google memberikan ruang untuk karyawan mereka supaya mengembangkan skill yang bahkan di luar tupoksinya.

Hal tersebut bisa kalian terapkan dengan menghilangkan kekhawatiran, walaupun ide bisnis bisa di-copy namun rezeki tidak bisa di-paste. Agar karyawan mau bekerja maksimal terhadap tugasnya, bisa memberikan ruang yang cukup untuk mereka berkembang. Contohnya dengan memberi motivasi, pelatihan, workshop, atau saran lainnya. Hal ini akan menjadi lebih mudah setelah kalian mengetahui apa kesukaan dan kemampuan tersembunyi karyawan di cara pertama.

5. Buat diri kalian sebagai panutan untuk para karyawan

Kalian sebagai pemilik usaha, merupakan sosok panutan bagi para karyawan. Jika kalian tidak bisa memberi contoh yang baik, maka usaha tidak bisa berjalan dengan baik pula. Jaga wibawa dan fokus saat bekerja, sikap yang profesional sangat penting untuk para pemilik usaha.

Sebaiknya, tidak membawa emosi yang berlebihan, misalnya saja memberi kepercayaan luar biasa seperti superuser yang bisa mengakses semua dokumen perusahaan. Hal yang demikian tanpa berdasarkan fakta dan hanya berpatok pada emosional (perasaan), bisa mengakibatkan karyawan lupa diri.

Jika karyawan lupa diri, dampak buruknya yakni menganggap bahwa kalian yang butuh mereka. Sehingga ketika mereka tidak ada, usaha kalian mereka anggap akan selesai (bangkrut). Sikap profesional juga memiliki ketegasan dalam bertindak.

6. Menjaga hubungan komunikasi dengan semua rekan kerja

Apakah kalian tahu bahwa komunikasi yang buruk juga bisa berimbas pada kinerja karyawan? Ada beberapa jenis komunikasi dalam hal ini, antara lain pemilik usaha dengan karyawan serta karyawan dengan karyawan.

Kalian harus menjaga hubungan dengan komunikasi yang baik, sekaligus menjaga komunikasi antara karyawan satu dengan lainnya juga baik. Lagi-lagi, sikap profesional sangat penting, contohnya dalam keadaan terjadi sebuah masalah yang mengakibatkan produksi tersendat.

Pemilik usaha bisa berang dan marah-marah, bahkan dengan nada yang sangat tinggi atau mengatakan sesuatu yang tidak pantas. Sakit hati (emosi) karyawan bisa meledak dan mengakibatkan dampak yang jauh lebih buruk.

Ketika usaha mengalami masalah, komunikasikan dengan baik, jelas, dan rinci. Serta carilah solusi bersama-sama dengan melibatkan pendapat karyawan kalian. Begitu pula saat usaha sedang berkembang pesat. Kalian bisa mengadakan meeting dalam jangka waktu tertentu untuk membahas perkembangan usaha, brief hari itu, dan masalah serta penyelesaiannya.

7. Jaminan dan keamanan saat bekerja

Keamanan di sini memiliki makna yang sedikit lebih luas, ketika karyawan merasa aman maka dapat bekerja dengan lebih maksimal. Misalnya keamanan dari kejahatan di tempat kerja oleh karyawan lain, keamanan saat menuju tempat kerja, hingga keamanan akan ruang kerja yang patut pemilik usaha perhatikan.

Sedangkan jaminan, apakah upah yang kalian berikan sudah cukup dan sesuai atau tidak. Berikan juga jaminan lain yang mana dapat menambah kepercayaan karyawan kepada kalian. Jaminan tersebut merupakan salah satu cara agar karyawan mau bekerja maksimal.

8. Pemilik usaha memberi arahan yang jelas dan rinci

Banyak pelaku usaha yang menyesalkan karena tidak memberi arahan yang jelas, sehingga membuat kinerja karyawan tidak sesuai dengan harapan. Mungkin kalian juga pernah mengalami hal ini, di mana seorang karyawan bisa langsung bekerja dengan tepat dan sesuai setelah diberikan arahan seadanya. Namun berbeda ketika arahan tersebut kita terapkan ke karyawan yang lain.

Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah tingkat pemahaman antar karyawan berbeda-beda, kita tidak bisa memukul rata setiap karyawan harus paham. Kadang-kadang perlu memberi arahan yang lebih spesifik untuk tugas dan kinerjanya.

Perjelas juga apa saja yang menjadi tugas karyawan tersebut, batasan yang tidak boleh mereka lakukan, serta harapan yang kalian inginkan dari mereka. Kalian bisa memantau dan mengontrol kinerja karyawan berdasarkan bidang usaha masing-masing, sebab antara usaha food and beverage dengan usaha toko pancing tentu saja tidak sama.

Pada waktu tertentu, kita membutuhkan penyelesaian yang bersifat khusus dari pengalaman. Mengembangkan usaha tidak semudah saat membukanya pertama kali. Sekian beberapa cara agar karyawan mau bekerja dengan maksimal menggunakan pertimbangan kemanusiaan, semoga membantu.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.