Pernah berpikir tentang peluang usaha jamur tiram di pekarangan rumah? Nah, jamur menjadi salah satu produk agribisnis dalam bidang pertanian yang ternyata sangat menguntungkan.

Meski begitu, tetap saja ada yang mengalami kerugian usaha jamur tiram. Seorang pengusaha sebelum memulai usahanya, harus memahami secara keseluruhan.

Pada kesempatan ini Usahain akan membahas tentang peluang usaha dan budidaya jamur tiram secara lebih lengkap. Mulai dari mengenal peluang usaha ini, cara budidaya dari awal, perkiraan modal, sampai proses hingga ke tangan konsumen.

Pasar untuk masyarakat Indonesia yang doyan dengan jamur tetap banyak. Jamu selain lezat dan bergizi, ternyata juga sangat diminati. Hal ini akan meningkatkan penjualan apalagi di sekitar rumah kamu belum ada yang produksi.

Artinya, saingan dari usaha jamur sebagai salah satu bisnis rumahan masih terbuka sangat lebar. Kamu harus mulai dari sekarang dengan memperbanyak informasi. Sebab proses persiapan hingga mendapat hasil tidaklah cepat.

Prosesnya terbilang cukup lama, apalagi kamu masih dalam proses persiapan alat-alat produksi budidaya jamur. Oleh sebab itulah, simak informasi berikut yang sudah kami kumpulkan dari para pengusaha budidaya jamur.

Mengenal peluang usaha jamur tiram lebih dalam

Peluang usaha jamur tiram dan potensi di masa kini 1

Jamur pada dasarnya punya sifat heterotrof atau membutuhkan inang dan tidak bisa melakukan produksi makanan sendiri. Selain jamur, semua jenis hewan dan juga bakteri juga makhluk hidup yang masuk dalam sifat heterotrof ini.

Pada dasarnya, jamur bisa menumpang atau saprofit untuk mendapatkan makanan serta nutrisi yang mereka butuhkan dari bahan organik yang sudah mati dan membusuk. Hal ini akan berkaitan dengan tempat produksi jamur sebagai salah satu persiapan yang harus kita lakukan.

Soal nutrisi yang ada di dalam jamur tidak perlu kita ragukan. Sebab jamur punya kandungan protein yang sangat tinggi, sama dengan daging hewan namun lebih sehat untuk kita konsumsi.

Jamur juga punya kandungan asam amino esensial yang umumnya terdapat dalam telur. Serta kandungan lisin dan histidin yang lebih tinggi daripada telur.

Fungsi kandungan tersebut di antaranya sebagai pembentuk dan memperbaiki jaringan tubuh, memperkuat antibodi supaya tidak mudah KO, sampai membantu tumbuh kembang anak agar optimal.

Melihat manfaat yang begitu banyak tersebut, tentunya manfaat dari jamur tiram bisa kamu gunakan sebagai salah satu strategi marketing yang bagus.

Namun sebelum itu berikut ini informasi agar kita semakin mengenal lebih jauh tentang peluang usaha jamur tiram di Indonesia.

1. Tantangan dalam peluang usaha jamur tiram

Dalam dunia bisnis, kita lebih sering menyebut suatu yang harus segera dihadapi sebagai tantangan, bukan risiko. Supaya kita sebagai pengusaha bisa jauh lebih optimis dan percaya diri dalam membuka usaha budidaya jamur tersebut.

Beberapa tantangan yang harus kamu hadapi sebagai berikut.

  • Baglog jamur merupakan hal yang sangat penting dalam proses budidaya. Maka dari itulah, dalam proses pembuatan (sterilisasi, inokulasi, inkubasi, dsb) harus kamu lakukan dengan benar dan hati-hari. Soalnya risikonya berkaitan langsung dengan hasil yang tidak bagus atau bahkan sampai gagal panen.
  • Perawatan maksimal dan secara masif harus kamu lakukan ketika jamur sudah mulai tumbuh. Perhatikan apa yang mereka butuhkan, kemudian berikan nutrisi yang sesuai supaya pertumbuhan jamur maksimal.
  • Tantangan berikutnya berkaitan dengan sesuatu yang selalu kita hindari, yakni kegagalan. Kalau dalam usaha budidaya jamur tiram ini sudah gagal dari awal, kemungkinan tidak bisa kamu perbaiki lagi. Artinya, kamu harus rela kehilangan modal produksi tersebut.
  • Memang, dalam peluang usaha jamur tiram bisa di berbagai jenis musim. Tantangan yang paling sulit yakni pada musim kemarau, karena kamu harus melakukan pengelolaan ruangan dengan baik dan tepat supaya jamur tetap tumbuh.
  • Harga jual jamur tiram di pasaran yang terbilang cukup murah, bahkan menyentuh angka Rp8.000 per kilogram. Namun ketika harga sudah naik, bisa mencapai Rp20.000 per kilogram. Untuk tantangan ini bisa kita akali dengan menjual jamur dalam bentuk matang.

Selebihnya terkait tantangan dalam peluang usaha jamur tiram, akan kita temui setelah jalan. Tantangan akan selalu ada, kita hanya perlu menyiapkan diri dan tetap bertahan dari semua terpaan yang datang.

2. Jenis jamur yang bisa dibudidaya selain jamur tiram

Ternyata, selain jamur tiram ada beberapa jenis jamur yang bisa kita budidayakan secara masif di rumah. Informasi ini Usahain ambil dari website pemerintah Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) dkpp.bulelengkab.go.id, berikut daftarnya.

a) Jamur kuping

jamur kuping

jenis pertama selain jamur tiram yakni jamur kuping. Punya harga yang cukup mahal serta bisa kamu tanam di daerah yang punya 4 iklim musim.

Untuk jenis jamur ini sebenarnya juga cukup populer dan disukai masyarakat. Baik itu jenis jamur kuping merah, jamur kuping hitam, maupun jamur kuping jenis agar. Kamu bisa melakukan pemanenan jamur kuping setelah berumur 3 sampai 4 minggu sejak mulai tumbuh.

Pada dasarnya, ketika melihat peluang usaha jamur tiram, tentu akan melihat peluang lain yang masih dalam satu jenis kategori jamur. Nah, maka dari itulah jamur kuping bisa menjadi salah satu alternatif supaya usaha jamur milik kamu semakin besar dan berkembang.

b) Jamur merang

jamur merang

Di Asia Tenggara khususnya Indonesia, jamur merang juga sangat populer di kalangan masyarakat. Selain rasanya yang sangat enak setelah dimasak, kandungan nutrisi yang ada di jamur merang juga sangat banyak.

Sama seperti usaha jamur pada umumnya, merang tidak membutuhkan modal yang besar. Jenis jamur merang yang sering masyarakat budidaya sebagai usaha rumahan maupun bisnis sampingan ada beberapa. Seperti jenis Volvariella volvacea, Volvariella displasia, dan Volvariella esculenta.

c) Jamur kancing

jamur kancing

Kita bisa pula menambah produk jamur selain tiram, kuping, merang, yakni jamur kancing. Proses budidaya jamur kancing ternyata hampir mirip, tidak jauh berbeda dengan jamur tiram. Hal ini akan memudahkan kalau kamu sudah memiliki alat produksi jamur sendiri.

Tinggal mengembangkan untuk bibit jamur lainnya. Memang, tetap ada sedikit perbedaan dalam perawatan. Tetapi kalau sudah terbiasa akan mampu beradaptasi untuk mengembangkan jenis jamur yang lain untuk budidaya dalam prospek ekonomi pasar lokal yang bagus.

3. Keuntungan budidaya jamur tiram di Indonesia

Dalam mengenal peluang usaha jamur tiram, berikut ini beberapa kelebihan membuka bisnis dan usaha dalam sektor pertanian khususnya jamur.

a) Bisa dijual dalam bentuk matang maupun mentah

Kabar baiknya, kamu bisa menjual hasil produk jamur dalam bentuk mentah maupun hasil olahan. Usahain akan membantu usaha kamu, simak bagaimana cara kerja sama dalam promosi di sini.

Menjual jamur dalam bentuk olahan matang seperti jamur krispi, merupakan salah satu solusi ketika harganya sedang tidak baik-baik saja. namun kita juga butuh ketelatenan dan tenaga yang lebih besar untuk melakukannya.

b) Iklim di Indonesia yang sangat mendukung peluang usaha ini

Keuntungan ketika membuka usaha dalam sektor pertanian budidaya jamur, di Indonesia iklimnya sangat mendukung.

c) Modal hanya kecil

Selanjutnya terkait modal materi. Pada dasarnya modal tidak hanya uang saja, kami sudah membahas beberapa modal untuk bisnis selain materi.

Terkait modal yang kita butuhkan untuk usaha jamur tiram ternyata kecil. Penyaluran modal yang paling besar terletak pada pengadaan alat produksi budidaya saja.

d) Proses yang cepat dan mudah

Ketika melihat keseluruhan proses dari awal sampai akhir, ternyata prosesnya sangat cepat dan mudah untuk dilakukan. Sehingga usaha jamur tiram juga sangat cocok untuk pemula yang ingin mencoba melakukannya.

e) Sangat bisa menjadi usaha sampingan di rumah

Walaupun kita sudah memiliki pekerjaan tetap, usaha lainnya, atau bisnis di sektor yang lebih membutuhkan waktu. Usaha jamur tiram tetap bisa kamu buka di rumah. Sebab usaha ini bisa menjadi sampingan yang menguntungkan.

Cara budidaya dalam usaha jamur tiram

Peluang usaha jamur tiram dan potensi di masa kini 2

Dukungan dari iklim Indonesia yang sudah terkenal sebagai negara dengan sumber daya alam terbesar. Membuat para pengusaha mulai melirik bisnis ini. Apalagi di sekitar lingkungan belum ada yang memulai.

Kita sebaiknya segera membuka dan memanfaatkan peluang usaha jamur tiram mumpung belum ada pesaing. Berikut ini bagaimana cara memulai budidaya jamur tiram yang sudah Usahain rangkum untuk kamu.

1. Kalkulasi modal yang dibutuhkan

Modal harus kita kalkulasi di awal dengan rinci dan teliti. Yakni berapa estimasi untuk pengadaan alat (pembelian baglog jamur tiram, sewa lahan, ongkos peralatan seperti listrik dan air, biaya produksi seperti bibit jamur, serta biaya tambahan dan biaya tak terduga).

Ketika sudah menghitung semuanya, kalkulasi hasilnya dengan perkiraan perolehan. Misalnya, biaya produksi untuk alat-alat dan bahan di atas mencapai 1,5 juta

Lantas hitung berapa hasil panen dari tiap baglog jamur tiram tersebut. Dengan estimasi penyusutan yang terjadi sekitar 10%, berarti untuk 1.000 buah jamur tiram kemungkinan yang bisa dipanen yakni sebanyak 900 buah.

1 baglog jamur beratnya 1,7 kilogram, sehingga untuk 1 buah baglog bisa menghasilkan sekitar 0,7 kilogram jamur tiram bersih. Hal ini dipengaruhi juga oleh berapa jumlah baglog yang kita punya. Dalam kalkulasi modal di atas, kita akumulasikan jumlahnya 900 buah baglog (setelah mendapat persentase penyusutan).

Artinya, 900 x 0,7 = kurang lebih 630 kilogram jamur tiram.

Keuntungan bersih adalah 630 x Rp15.000 (per 1 kilogram jamur) = Rp9.450.000. Maka 9.450.000 – 1.500.000 (biaya produksi alat) = 7.950.000.

Sehingga usaha jamur tiram dalam waktu produksi (setelah persiapan) 3 sampai 4 minggu bisa untung bersih kurang lebih 7 sampai 8 juta rupiah.

Supaya jauh lebih detail, kita bisa menyusun perkiraan modal dan rencana pengeluaran secara lengkap di Microsoft Excel maupun program lainnya.

2. Perbanyak informasi tentang budidaya peluang usaha jamur tiram

Informasi yang kamu butuhkan sebenarnya cukup banyak. Usahain akan menjabarkan secara garis besar mengenai apa saja informasi mulai dari pengadaan baglog jamur hingga panen hasil akhir. Berikut daftarnya.

  • Menyiapkan ruangan untuk budidaya jamur tiram. Ruangan ini tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung. Biasanya disebut sebagai rumah jamur atau kumbung, ketika cuaca hujan bisa melindungi aset jamur kamu.
  • Membuat rak sebagai tempat untuk meletakkan baglog jamur tiram. Kerangka dari rak bisa kamu sesuaikan dengan skala peluang usaha jamur tiram masing-masing. Per rak rata-rata terisi dengan 70 sampai 80 buah baglog jamur.
  • Memastikan suhu dan keadaan ruangan, pastikan tetap lembab namun tidak terlalu basah agar jamur dapat berkembang serta tumbuh secara maksimal.
  • Baglog jamur umumnya terbuat dari bekatul atau katul, serbuk gergaji kayu, dan kapur. Kita bisa pula menambah beberapa bahan lain untuk tambahan nutrisi bibit jamur tiram seperti tepung jagung.
  • Pastikan kumbung rumah jamur bersih dari kotoran dan bakteri yang tidak diinginkan. Sebab bagaimanapun nantinya hasil panen jamur akan masyarakat konsumsi.
  • Penyemprotan untuk menjaga kelembaban rumah jamur. Biasanya penyemprotan dengan air biasa kita lakukan 2 kali sehari, tergantung cuaca yang sedang terjadi saat itu. Apakah kemarau atau hujan, sebab cuaca juga sangat berpengaruh terkait proses penyemprotan ini.
  • Pembuatan baglog sesuai dengan ekosistem jamur tiram, umumnya harus padat. Sehingga bibit jamur bisa tumbuh sesuai arah yang tepat (keluar), dan tumbuhnya bisa maksimal.

Hal-hal lain terkait menambah informasi tentang budidaya jamur tiram, dapat kita tahu dari pengalaman. Kita bisa menambah relasi di daerah lain untuk mendapat informasi yang penting dan menguntungkan dalam hal produksi jamur.

3. Proses persiapan investasi alat produksi

Berikut ini beberapa proses produksi yang sebaiknya kita perhatikan supaya mendapat hasil memuaskan.

a) Pilih bibit jamur tiram terbaik

Salah satu alternatif dan cara mendapat bibit terbaik yakni langsung mendatangi petani jamur yang sudah berpengalaman cukup lama. Setidaknya, mereka menggeluti dunia budidaya jamur tiram bertahun-tahun, sehingga pasti tahu mana bibit bagus dan tidak.

Pemilihan bibit jamur memang sangat penting adanya. Banyak pengusaha yang gagal lantaran dalam pemilihan bibit ini sembarangan serta kurang perhatian. Dengan mendatangi petani jamur yang berpengalaman secara langsung, kamu akan memperoleh bibit terbaik atau mendapat informasi di mana tempat untuk mendapatkannya.

b) Menyiapkan rumah jamur atau kumbung

Setelah tempat mendapat bibit jamur sudah jelas dan beres, selanjutnya siapkan kumbung atau rumah jamur. Di dalam kumbung ini terdapat rak yang umumnya hanya 2 sampai 4 tingkat saja. Lebar rak sekitar 40 sentimeter.

Persiapan ini perlu memperhatikan skala produksi jamur yang akan kita buka. Semakin besar kumbung, tentunya produksinya juga makin besar. Perkiraan modal harus sudah matang untuk mendapat estimasi total baglog jamur yang kita punya.

c) Membuat media tanam jamur tiram

Persiapan selanjutnya menyiapkan media tanam berupa baglog. Yang mana baglog tersebut terbuat dari bahan-bahan seperti bekatul, grajen kayu, kapur, dan air sekitar 60%.

d) Siapkan alat untuk proses fermentasi

Proses persiapan berikutnya berkaitan pada fermentasi bahan-bahan baglog itu. Diamkan sekitar 7 sampai 10 hari dengan tujuan agar proses pengomposan materi tersebut selesai dengan baik. Ketika baglog media tanam jamur sudah berubah warna menjadi lebih gelap, itu artinya sudah siap.

4. Sterilisasi baglog jamur tiram

baglog jamur tiram
Baglog jamur tiram

Proses sterilisasi baglog jamur biasanya menggunakan beberapa drum yang terhubung antara satu dengan lainnya. Drum ke-1 isi dengan air sampai batas 50 sentimeter, lalu panaskan drum sampai mengeluarkan uap. Tutup drum dengan plastik dan tali yang kuat agar uap tidak keluar.

Uap itulah yang menjadi sarana sterilisasi baglog jamur, kamu harus mengalirkan uap ke bagian bawah drum kedua, ketiga, dan seterusnya. Uap akan masuk dari bawah, naik ke atas dan mengenai baglog yang sudah ada di dalamnya.

5. Inokulasi baglog jamur tiram

Proses inokulasi pada baglog bertujuan agar suhunya kembali ke normal. Pindahkan baglog ke tempat inokulasi dan diamkan selama kurang lebih 24 jam. Selanjutnya siapkan botol bibit F3 dan semprot menggunakan alkohol.

Semprot botol memakai api spiritus hingga bagian kapasnya saja yang terbakar. Setelah selesai, buka botol bibit itu dan masukkan masing-masing bibit ke dalam tiap baglog hingga sebatas leher saja. Tutup baglog dengan kapas.

6. Inkubasi dalam tahap cara budidaya jamur tiram

Susun baglog jamur untuk budidaya tiram pada ruang inkubasi di kumbung. Suhu kumbung yang ideal yakni 22 sampai 28 derajat celcius, dengan kelembaban antara 60 sampai 70 persen. Sebagaimana tahap berikutnya, kalau kelembaban kurang, kita bisa melakukan penyemprotan dengan air.

Proses inkubasi yakni berlangsung antara 3 sampai 4 minggu hingga jamur tumbuh dengan maksimal. Langkah berikutnya yang paling kita nantikan, yaitu memanen.

7. Proses memanen hasil

Cara memanen tidak boleh langsung menggunakan tangan kosong dengan memetiknya, sebab bisa mengakibatkan pembusukan pada jamur berikutnya. Yang mana jamur tidak bisa tumbuh kembali di baglog itu.

Pastikan memanen jamur memakai pisau atau benda tajam lain. Pengemasan jamur setelah panen dapat kita isi dengan angin tetapi jangan terlalu banyak. Sewaktu masuk ke kumbung, jangan lupa menutup pintu lagi dengan rapat agar tidak ada cahaya yang masuk, hal ini supaya tidak mengganggu pertumbuhan jamur lainnya.

Pada proses kesemuanya proses untuk memaksimalkan peluang usaha jamur tiram ini, ada pula kejadian di mana jamur tumbuh lebih lama. Alasannya bisa terkena penyakit, hama, atau suhu yang kurang sesuai.

Pemasaran dan promosi usaha jamur tiram

Peluang usaha jamur tiram dan potensi di masa kini

Hal yang tidak kalah penting setelah semua informasi di atas, yakni pemasaran yang tepat. Kamu bisa menggunakan beberapa pilihan yang Usahain rekomendasikan berikut.

1. Pemasaran secara offline

Yakni memasarkan secara langsung ke pasar (menjual sendiri ke konsumen maupun mengirim ke penjual lain), ke warung (dengan packing plastik), atau memasarkan ke pengepul. Beberapa cara seperti menjual ke pengepul langsung cepat dapat uang, namun harganya sedikit lebih rendah.

Sedangkan kalau menjual langsung ke konsumen maupun melakukan packing ke warung, membutuhkan waktu serta tenaga. Namun dapat harga yang penuh.

Kita bisa menjual jamu dalam bentuk mentah maupun matang (olahan jamur). Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Pada intinya adalah, peluang usaha jamur tiram ini sangat menjanjikan dan bisa kita kembangkan ke ranah lain.

2. Pemasaran secara online

Sekarang, penggunaan daripada media sosial, marketplace, serta saluran online seperti website sangat membantu dalam proses pemasaran. Kita bisa menggunakannya untuk memperkenalkan usaha maupun menjual hasil produksi jamur tiram.

Kamu bisa menambah kontak person yang langsung menuju ke bagian pemasaran usaha kamu. Promosi secara online ada yang gratis, maupun memanfaatkan fitur berbayar yang disediakan oleh media sosial dan marketplace.

3. Promosi usaha jamur tiram

Sebagai salah satu sarana promosi usaha terbaik, Usahain hadir untuk membantu para pengusaha memperkenalkan produknya. Kamu bisa kerja sama dengan kami di sini untuk keperluan promosi. Promosi usaha akan selalu tampil di seluruh halaman website Usahain ini.

Menggunakan jasa promosi usaha Usahain juga bisa menambah kontak maupun tautan DoFollow ke sius web kamu. Tentu selain menambah branding usaha, meningkatkan penjualan, juga membuat reputasi situs web dan brand milikmu semakin dikenal khalayak luas.

Itulah ulasan lengkap mengenai peluang usaha jamur tiram di masa kini, ternyata masih sangat menjanjikan dan punya pasar yang bagus, semoga bermanfaat!

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.