Ternyata, membuka bisnis toko buku bekas memiliki potensi serta peluang usaha yang terbuka cukup lebar.

Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti:

  1. Tingginya kebutuhan buku oleh masyarakat;
  2. Tidak semua buku penerbit cetak dalam jumlah besar;
  3. Harga yang jauh lebih murah daripada buku baru;
  4. Saingan masih sedikit.

Walaupun common sense masyarakat menganggap bahwa harga buku bekas jauh lebih murah, namun kalau buku bekas tersebut merupakan jenis buku langka maka bisa melonjak harganya.

Bukan lagi pada ranah komersil, melainkan sudah pada ranah kolektor. Misalnya salah satu buku sastrawan Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, cetakan pertama yang masih menggunakan ejaan lama.

Atau buku terjemahan dengan sampul lama tetapi kondisinya masih sangat bagus. Terlebih ada tanda tangan yang menyertai buku tersebut.

Faktanya, jika masyarakat memilih antara buku baru atau bekas, maka tidak sedikit yang lebih memilih pada buku bekas.

Terutama para mahasiswa, pelaku usaha atau bisnis, anak sekolahan, sampai lembaga yang hendak membuka perpustakaan.

Kiat membuka bisnis toko buku bekas

Kalau kamu sudah melihat peluang ini dan bersemangat untuk membukanya, maka sebuah kabar baik. Sebab pada kesempatan ini usahain.INFO akan memberikan beberapa kiat untuk kamu.

#1 Siapkan modal

Modal di sini berpengaruh terhadap berapa jumlah koleksi buku bekas yang akan kamu pasang di toko, di mana tempat atau lapak kamu buka, hingga hal lain yang berkaitan dengan promosi toko.

Jika modal terbatas, alangkah lebih baik membuka toko jualan buku bekas dengan memanfaatkan kios kecil di pinggir jalan.

Sedangkan buku yang kamu pajang merupakan hasil dari analisis pasar. Lantas berapa modal untuk membuka toko buku ini? Modalnya tergantung pada stok yang akan kamu pasang.

Setidaknya siapkan modal 10 juta yang sudah termasuk biaya tidak terduga dan sewa tempat selama beberapa tahun.

Kalau sudah punya tempat sendiri (tidak menyewa), hal ini akan menjadi jauh lebih murah.

#2 Menentukan kategori buku yang kamu pasarkan

Sebenarnya, salah satu trik dalam membuka toko buku second adalah dengan menyediakan buku-buku dengan kategori spesifik.

Contohnya, toko buku milikmu hanya menyediakan buku sastra, buku pelajaran saja, buku hiburan seperti komik, atau buku ilmiah umum.

Namun jika memiliki modal yang cukup dan ingin menyediakan semua kategori tersebut, susunlah buku berdasarkan kategorinya secara rapi dan jelas.

Tujuannya supaya konsumen dapat menemukan buku apa yang sedang mereka cari. Kamu pun (sebagai penjual) juga bisa mencarikan buku dengan cepat.

#3 Mencari penyetok buku bekas

Produsen buku bekas dapat kamu temui di pasar loak kota besar. Bisa juga mengumpulkan dari para kenalan sampai dari media sosial.

Ada banyak pasar buku yang menyediakan jenis second, misalnya di Yogyakarta, Medan, Tulungagung, dan sebagainya.

Pasti seru berburu buku sambil liburan, kan?

#4 Menentukan sarana promosi yang tepat

Setelah mendapat stok buku bekas, selanjutnya melakukan promosi produk tersebut agar toko kamu semakin dikenal masyarakat.

Dalam hal ini, pemilihan tempat cukup berpengaruh. Pilihlah tempat yang mudah orang lihat, misalnya di pinggir jalan raya, di samping kampus atau universitas, atau lainnya.

Kamu bisa memasang spanduk besar dengan tulisan yang jelas, “Menyediakan Buku Bekas Terlengkap” misalnya.

Supaya promosi lebih masif dari mulut ke mulut, kamu dapat memberikan pelayanan tambahan. Contoh, dengan memberikan diskon, bonus buku, atau aksesoris pada tiap minimal pembelian.

#5 Melengkapi koleksi

Cobalah mencari koleksi buku bekas yang banyak peminatnya. Bisa buku sastra bekas dengan keadaan masih oke, majalah luar negeri, bahkan buku stensilan.

Biasanya, buku yang langka akan menarik minat pemburu buku untuk memilikinya. Apalagi kondisi buku bekas masih sangat bagus dan utuh.

Agar sukses menjalankan bisnis toko buku bekas

Satu hal yang sangat penting untuk pelaku usaha ini yakni harus mempunyai minat serta ketertarikan yang tinggi terhadap buku.

Bayangkan saja kalau ada konsumen yang mencari buku Eka Kurniawan, Enny Arrow, Andina Dwifatma, atau siapa saja, kemudian kamu sebagai pemilik usaha buku bekas tidak kenal dengan penulis-penulis tersebut. Jadinya, berabe dong.

Semakin luas pengetahuan yang kamu miliki tentang buku-buku, maka akan semakin mudah pula dalam menjalankan bisnis ini.

Prospek yang cerah untuk kamu, sebab harga buku baru di pasaran semakin mahal saja. Terlebih masih banyak orang yang mencari buku yang sudah tidak diproduksi lagi.

Sehingga koleksi buku bekas yang lengkap, toko yang sudah terkenal, dan pelayanan terbaik akan sangat membantu kamu dalam usaha ini.

Apalagi di lokasi tersebut belum ada orang yang membuka toko buku second.

Itulah beberapa peluang bisnis dan kiat agar sukses dalam membuka serta menjalankan usaha toko buku bekas, semoga membantu.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.