Apakah kamu tertarik membuka usaha kerupuk di rumah?

Jika iya, usaha satu ini cocok sebagai salah satu usaha rumahan yang tidak ada matinya. Sebab pada dasarnya, pasar target untuk produk kerupuk sudah jelas.

Untuk mendapatkan informasi dengan detail dan penuh, bacalah artikel ini secara perlahan agar tidak ada informasi yang tertinggal.

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai usaha produksi kerupuk di rumah serta bagaimana prospek bisnis ke depannya.

Potensi usaha kerupuk dan bagaimana menjualnya?

Analisis usaha kerupuk di rumah dan prospek bisnisnya
src: indoindians

Keuntungannya, di Indonesia seolah-olah kerupuk sudah menjadi teman makan yang harus ada.

Makanan yang tidak ada kerupuknya terasa kurang lengkap. Maka dari itulah, satu hal yang pasti dari usaha ini adalah sasaran pasar yang jelas.

Secara lebih rinci, jenis usaha ini bisa beraneka ragam. Jenisnya terbuka lebar dan dapat kamu kembangkan sewaktu-waktu.

Jenis usaha kerupuk di rumah tersebut sebagai berikut ini:

1. Produksi krecek

Krecek mentah merupakan kerupuk siap goreng. Jika memproduksi krecek, maka kamu tidak perlu menggorengnya lebih dulu.

2. Usaha goreng kerupuk

Secara singkat, usaha ini dimulai dari membeli bahan krecek (tidak membuatnya dari awal), menggorengnya, mengemasnya, dan memasarkan.

3. Produksi kerupuk

Sedangkan untuk jenis produksi, semua proses dari awal (membuat krecek kerupuk) hingga memasarkan (kerupuk siap konsumsi) diproduksi di dalam usaha ini.

Berdasarkan 3 jenis di atas, jenis yang memiliki margin keuntungan terbesar adalah yang ketiga.

Yakni saat kamu produksi kerupuk dari awal sampai proses memasarkan. Keuntungan yang kamu dapat akan semakin tinggi, meski begitu usaha yang kamu butuhkan juga besar.

Yang cukup populer di masa sekarang adalah bisnis kerupuk seribuan, sehingga pasar yang menerima produk juga lebih luas.

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan kamu membuka bisnis kerupuk kemasaran yang mana memiliki tampilan desain menarik dan modern.

Analisis usaha kerupuk di rumah dan prospek bisnisnya
src: munjul desa

Awal produksi, tentunya membutuhkan alat-alat baru yang akan kamu gunakan. Pengadaan alat untuk produksi kerupuk ini tergolong sederhana.

Secara kasar, katakanlah kita punya uang kurang lebih 5 juta rupiah dengan rincian alat sebagai berikut:

  • 1. Kompor Rp250 ribu;
  • 2. Mesin pengaduk adonan kerupuk (skala menengah dan besar) Rp2 juta;
  • 3. Gerobak dan etalase Rp2,5 juta;
  • 4. Alat memasak kerupuk (wajan, wadah, spatula besar, meja dan kursi, peralatan lainnya) Rp500 ribu.

Biaya produksi atau bahan-bahan untuk membuat kerupuk kurang lebih Rp300 ribu per hari.

Modal usaha kerupuk tersebut meliputi bahan:

  • 1. Bahan daging ikan, biasanya tenggiri;
  • 2. Tepung;
  • 3. Garam, telur, minyak goreng, gula pasir;
  • 4. Pengembang kue;
  • 5. Bawang dan penyedap makanan;
  • 6. Listrik.

Dalam sebuah usaha, sangat penting untuk memikirkan biaya penyusutan alat produksi, rata-rata 2% per bulan. Sehingga, setidaknya per bulan kamu harus menyisihkan uang sebanyak 150 ribu untuk perawatan alat-alat tersebut.

Hal penting dalam usaha kerupuk rumahan

Bisnis kerupuk seribuan
src: rsnirmalasuri

Sebagai usaha rumahan yang bisa produksi sebagaimana pabrik, kamu harus menciptakan rasa kerupuk yang enak, gurih, dan tentu saja renyah.

Rasa dan kerenyahan tersebut bisa kamu peroleh dari percobaan maupun saran dari keluarga yang sama-sama bergerak di bidang bisnis ini.

Pada intinya, ketika sudah benar-benar yakin, kerja keras dan doa akan menghasilkan hasil terbaik. Lambat laun usaha kerupuk rumahan dapat kamu kembangkan dan mengirim hasil produksi ke banyak tempat di wilayah kamu, semoga membantu.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.