Mengapa jualan tidak laku? Ini alasan dan cara mengatasi

Mengapa jualan tidak laku? Pada kesempatan ini usahain.INFO akan memberikan informasi yang penting tentang berjualan.

Ada banyak alasan untuk menjawab pertanyaan mengapa jualan tidak laku.

Secara garis besar, alasan tersebut tersusun atas 2 jenis, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Pada saat seorang penjual menyadari kalau produknya tidak laku, pasti mulai mencari tahu penyebab dan cara mengatasinya.

Ketika itu sebenarnya ia sudah tahu, bahwa terdapat sesuatu yang salah. Misalnya kembali mengecek kompetitor, ternyata harga yang mereka tawarkan untuk produk yang sama jauh lebih murah.

Sampai titik ini, ia akan menganggap bahwa harga merupakan satu-satunya masalah. Padahal tidak demikian sederhana.

Faktor yang membuat produk dagangan tidak laku tidak hanya soal harga. Bahkan, beberapa faktor bisa muncul pada satu waktu yang sama.

Alasan mengapa jualan tidak laku

Ketika hujan gerimis seperti sore ini, penulis usahain.INFO tiba-tiba terpikir untuk menulis tentang topik ini.

Berikut beberapa alasan mengapa produk dagangan penjual tidak laku.

#1 Harga

Berjualan di ranah online, sangat gampang terlihat perbedaan harga.

Sebagai contoh, sebuah produk dengan harga Rp7.000 dengan produk dengan harga Rp6.900 sudah berbeda.

Sebagian besar konsumen akan memilih produk termurah, ya, meskipun itu hanya selisih Rp100 saja!

#2 Masalah lokasi

Mengapa jualan tidak laku di online? Lokasi yang jauh nyatanya juga berpengaruh terhadap keinginan konsumen.

Misalnya, kamu yang berada di Jawa Timur, ingin membeli produk dari Aceh.

Sedangkan di daerah Jawa Timur sudah ada produk serupa. Walaupun harganya sedikit lebih mahal.

Berdasarkan kalkulasi antara biaya ongkos kirim, estimasi waktu, dan harga produk. Kamu sebagai konsumen tentu akan memilih produk yang terdekat.

#3 Pelayanan kurang cepat

Masih di ranah online, di marketplace membutuhkan kecepatan dalam membalas pesan konsumen.

Saya tahu, seringkali konsumen tersebut bertanya sesuatu yang sudah jelas ada di deskripsi. Istilahnya CLBK (chat lama beli kagak).

Sebagai penjual, kamu pasti akan kesal karena setiap hari terus melayani konsumen macam begitu.

Bagaimana pun, konsumen harus tetap kita layani dengan cepat dan ramah. Jangan sampai membawa masalah tersebut ke hati, cukup sampai pada batas pekerjaan semata.

Maka dari itulah, setiap pengusaha harus punya sikap profesional.

#4 Mengapa jualan tidak laku? Produk tidak jelas dan proses sangat rumit

Alasan selanjutnya merupakan yang cukup banyak dialami para penjual. Mungkin kamu sebagai penjual sebenarnya sudah sadar, tetapi belum ada keinginan untuk beranjak menjadi lebih baik.

Produk yang kamu tawarkan tidak jelas, misalnya:

  1. Foto produk tidak asli, sehingga mengurangi minat konsumen untuk membelinya;
  2. Deskripsi tidak lengkap, menyebabkan konsumen bertanya di chat, setelah bertanya tidak kunjung dapat jawaban;
  3. Tidak ada pilihan variasi secara otomatis, konsumen menjadi ragu ketika mau check out.

Sedangkan alasan umum yang lain adalah proses sangat rumit.

Proses beli produk yang rumit ini lebih sering terjadi ketika kamu membuka toko sendiri di website atau media sosial.

Untuk proses yang jauh lebih simpel, kamu bisa langsung mengarahkan calon pembeli menuju tautan di marketplace.

#5 Tidak ada inovasi dan bonus

Alasan lainnya yakni inovasi yang nihil. Ketika konsumen membeli produk A darimu, mereka hanya mendapat A itu saja.

Cobalah memberi inovasi dan bonus, misalnya menambahkan produk B sebagai bonusnya.

Hal kecil dan detail sederhana ini akan membuat toko kamu tetap diingat sebagai toko yang punya pelayanan luar biasa.

Cara mengatasi jualan tidak laku

Setelah mengetahui beberapa alasan mengapa jualan tidak laku, berikut beberapa cara mengatasinya yang bisa kamu terapkan baik online maupun offline.

#1 Rutin melakukan riset harga

Harga sebuah produk bersifat dinamis atau berubah-ubah. Maka dari itulah, kamu harus tetap meluangkan waktu guna melakukan riset tersebut.

Jangan ragu mengubah harga menjadi lebih murah atau lebih mahal. Sesuaikan dengan harga dari supplier kamu.

Sebelumnya, kami juga sudah membahas bagaimana cara dapat supplier tangan pertama agar memperoleh harga termurah.

#2 Memberi pelayanan gratis ongkos kirim

Contoh kasus, harga produk A Rp10.000 dan ongkos kirim Rp10.000, maka pembeli akan membayar seharga Rp20.000.

Sedangkan kalau kamu buat harga produk A Rp30.000 sudah include gratis ongkos kirim, hal ini justru lebih menarik dan pembeli akan membayar seharga Rp30.000.

Pada dasarnya, psikologi pembeli akan mengatakan bahwa produk A berkualitas yang diikuti dengan harga tinggi.

#3 Melakukan upgrade SDM

Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengurus chat dari konsumen memegang peran sangat penting.

Pasalnya, tepat atau tidaknya chat dari CS tersebut akan berpengaruh apakah konsumen jadi beli produk atau kabur.

Kamu perlu melakukan upgrade SDM jika sumber masalahnya sebagian besar timbul karena CS kurang cepat, tanggap, dan ramah.

#4 Pasang detail asli dan original

Foto produk asli, deskripsi ditulis secara manual dan jelas, merupakan salah satu mengatasi jualan tidak laku.

Kamu bisa menambah watermark kecil untuk foto produk yang dipajang. Tambahkan juga di deskripsi bahwa foto produk merupakan ambil secara langsung dan asli.

Jika perlu, tambahkan video produk agar calon pembeli semakin yakin.

#5 Beri kejutan untuk konsumen

Menambahkan barang bonus walaupun harganya tidak seberapa akan menambah nilai tokomu.

Sempatkan memberikan pelayanan lanjutan berupa kejutan dan bonus kepada pembeli kamu.

Memang, saat berjualan seorang pengusaha butuh apa yang dinamakan sebagai konsisten dan telaten.

Demikian beberapa alasan dan cara mengatasi mengapa jualan tidak laku, dapatkan informasi lainnya secara realtime dan mengikuti perkembangan zaman di usahain.INFO.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

  • Ini yang aku butuhkan, sebenarnya sudah ada di kepala, tapi apa, ternyata ini jawabannya.